Apa itu Logam Mulia?

Jika orang – orang ahli kimia akan berpendapat, bahwa itu adalah suatu unsur yang tahan terhadap korosi dan oksidasi pada udara lembab. Contoh logam mulia adalah emas, tembaga, platina, dan masih banyak lainnya lagi. Maksud dari mulia disini logam – logam tersebut tidak terkontaminasi dengan unsur lain, atau sangat kecil sekali unsur pengotornya. Sebagai contoh, emas murni adalah emas 24 karat, jika anda memilki emas dengan berat 20 gram 20 karat, maka 20 dibagi 24 kemudian dikali 20 gram sama dengan 16,67 gram. Maka sebenarnya emas murni yang anda miliki adalah 16,67 gram dan sisanya adalah unsur – unsur pengotor saja. Sangat mudah bukan untuk menentukan kualitas emas, sehingga anda tidak perlu terkecoh dengan harga yang minim beratnya tinggi, tapi perhatikan juga jumlah karatnya.

Kemudian jika berbicara seputar logam mulia, dimana logam tersebut tahan korosi dan oksidasi, lalu sangat sedikit pula logam pengotornya. Jadi jika suatu unsur dapat tahan terhadap korosi dan oksidasi namun banyak unsur pengotornya tidak termasuk kedalam jenis logam tersebut, juga sebaliknya jika unsur tersebut sangat sedikit sekali unsur pengotornya, namun tidak tahan terhadap korosi dan oksidasi, juga tidak termasuk kedalam jenis logam tersebut. Jadi tidak semua unsur dapat dikatagorikan sebagai logam tersebut, hanya unsur – unsur tertentu saja yang memenuhi kriteria yang sudah disebutkan dan memiliki daya jual yang cukup tinggi untuk dipasarkan. Jika anda memang ingin menambah pemasukan, ya salah satunnya adalah dengan menginvestasikan dalam bentuk seperti ini.

Nah sekarang ini banyak oang yang melakukan investasi terhadap logam mulia, dibanding dengan investasi – investasi dalam jenis lain. Hal demikian terjadi karena investasi dalam dalam logam mulia lebih aman dan menjanjikan di banding investasi dalam bentuk lain. Investasi emas contohnya, emas merupakan suatu unsur yang tahan terhadap oksidasi dan korosi, kemudian jika kadar emasnya tinggi mendekati 24 karat maka dapat di katakan emas tersebut logam mulia, tentunya dibuktikan dengan adanya sertifikat. Jadi investasi dalam bentuk emas ini sangat menjanjikan, emas tersebut dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama, untuk menunggu harganya naik, dan ketika harganya naik emas tersebut dijual dan mendapatkan keuntungan, lalu beli lah emas dengan kadar yang tinggi pada saat harganya turun. Mudah bukan, banyak sekarang ini orang – orang investasi dalam bentuk emas.

Jika memang anda tertarik untuk berinvestasi, alangkah lebih baik berinvestasi dalam bentuk emas, tembaga, platina, atau pun dalam bentuk logam – logam yang tahan aka proses korosi dan oksidasi juga memilki kadar yang tinggi, maka perhatikan selalu harga logam tersebut di pasaran dunia. Mengapa demikian? Dengan memperhatikan harga logam – logam tersebut di pasaran dunia, kita dapat mengetahui saat untuk menjual atau membeli logam tersebut, tentunya untuk merauk keuntungan dari investasi logam mulia.

spacer

Leave a reply

5 × 5 =